Langsung ke konten utama

Mengulang Ingatan: Part 2 Berbagi dan proses menaikkan Level Kepercayaan Diri

EPIC SHARING SESSION 1

Di entry sebelumnya telah kuceritakan bagaimana sebuah program Pre-service English Teacher yang di organised oleh Regional English Language Office (RELO) U.S Embassy mampu mengubah banyak hal dari seorang Ige. Meski pada dasarnya, telah banyak pengalaman hidup yang menerpa. Tapi tidak sedikit hal positif yang bisa diambil dari satu program ini, khususnya bagaimana menaikkan satu level kepercayaan diri untuk mengeksplor kemampuan mengajar yang jauh lebih baik. Juga, lebih yakin untuk berbagi pengalaman dan strategi mengajar dengan sesama pengajar.


Satu batu loncatan, hingga kesempatan-kesempatan lain berdatangan: meski tak jauh-jauh dari background pendidikan (English Education Department), teaching and Traveling; berkunjung ke daerah-daerah memenuhi undangan instansi atau sekolah, sekedar mengajar atau memotivasi untuk lebih mencintai bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan.







Adjucating, atau menjadi tim penasihat sebuah even kolaborasi, baik yang diadakan kampus ataupun instansi pemerintah. Speech contest, English reporting contest dan ragam Event Bahasa Inggris yang bergengsi. Aku semakin menikmatinya, meski sempat ada pergolakan sendiri pada diri sendiri yang tak begitu yakin akan amanah Allah yang mendekap dan menantang. Sederhana saja, namun luar biasa untuk seorang Ige yang Introvert dan memaksakan diri menjadi extrovert ini.



Menjadi 'Adjudicator' tidak pernah masuk dalam list mimpi-mimpi saya. Namun saya sadar sepenuhnya, bahwa Tuhan selalu punya cara indah menuliskan skenario untuk hamba-Nya.

Beberapa tahun lalu, maksud saya sejak 12 tahun lalu menjadi peserta event semacam ini sudah menjadi rutinitas saya. Belajar untuk kalah dan belajar untuk mempersiapkan kemenangan sudah jadi santapan 'ENDEUS' bagi saya.

Tak sekali saja rasakan patah hati karena kalah, dan tak sekali saja pula rasakan nikmatnya jadi pemenang. Dari sini saya belajar untuk memilah-milah porsi kalah dan porsi menang itu seperti apa. Selebihnya, percaya bahwa juri terbaik adalah yang maha MENDENGAR dan MAHA MELIHAT. Kalah dimata manusia, bukan berarti kalah di Mata Tuhan.













Dan masih banyak lagi kesempatan yang Tuhan beri untuk ku maknai lebih dari sekedar nikmat prestasi/pencapaian di masa kuliah. Sekedar Sharing di beberapa forum kepemudaan, menjadi moderator ataupun pemateri forum internasional bereputasi. Dan memang benar, kita hanya perlu menghargai setiap proses dalam hidup, dari situ kita paham bagaimana cara tepat mencapai sukses yang bernilai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengulang Ingatan: Part 9 My Favorite Friendship

Dear ma pretty sister @mumu_muthiamutmainnah Sejak awal, kau pun paham bagaimana aku begitu bangga mengenalmu. Perkenalan kita pun tak biasa bersama momen yang tak biasa dan dihadapkan dengan orang-orang luar biasa, di 2016 tahun silam. Kita berkenalan lewat program yang begitu (E) (P) (I) (C), sebuah program yang diusung Regional English Language Office (RELO) US Embassy. Sebut saja Pre-Service English Teacher. Dan memang benar, program ini EPIC, program yang menyembunyikan maknanya; Empowered, Prepared, Inspired, and Connected. Empowered. Ia seperti nutrisi hati buat saya. Sebab tanpanya saya tak mampu berbuat banyak untuk negeri, terlebih terhadap diri sendiri. Prepared. Banyak hal yang ku cipta adalah hasil curian darinya, dan banyak hal yang telah ku kerjakan adalah bagian dari persiapan jauh-jauh hari karenanya. Itu sebabnya, aku mengganggap ia inspiration. Inspired. Kalaupun berbeda, tetap saja aku berangkat dari motivasi berharganya. Bagaimana melakukan hal tanpa ha...

Menjadi Baik

  Memilih milih teman itu boleh. Yang ngga boleh itu, memilih milih berbuat baik ke orang. Kenapa? Karena karaktermu bergantung dengan siapa lingkunganmu. Kalau bergaul dengan orang yang ngga bener, ya kecipratan juga ngga benernya. Kecuali kalau kamu udah bisa mastiin orang disekitarmu adalah orang yang baik. Dan akan memberi pengaruh baik. Atau, kamu udah bener-bener baik untuk menjadi orang yang berpengaruh baik di lingkunganmu. But, who knows? Kita manusia biasa, banyak khilafnya. Jadi, perlu ada batasan. Jangan semua dijadiin temen. Maaf. Saya berani bilang gini karena pengalaman yang mengajarkan. Bahwa ngga semua orang adalah baik dan memberi pengaruh baik untuk kita.  Jadi fokus saja berbuat baik semampunya, dan menjadi lebih baiklah dari hari hari sebelumnya.

Menikah Itu tentang Sebuah Keyakinan!

Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. Pembaca. Semoga tulisan ini mendapati kita dalam keadaan baik, niat yang baik dan harapan-harapan hidup yang baik. Kodratnya, kita adalah pendosa dan tak ada satupun yang benar-benar baik diantara kita. Kalaupun ada diantara kita yang terlihat baik, maka yang terlihat hanyalah sebatas usaha kita menjadi lebih baik, bertaubat pada-Nya. Jadi, mari menjadi baik tanpa menganggap diri jauh lebih baik. Yang salah adalah jika kita tak pernah berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari ini, terus berkutat pada anggapan yang sama 'langkahku adalah jauh lebih baik' sebab anggapan inilah yang pada akhirnya menyeret kita yang telah baik malah kembali pada cerminan tak baik. Jika kita pernah dibuat terluka oleh satu sayatan, maka biarkan sayatan demi sayatan berikutnya menutupi rasa sakit yang kita tanggung sendiri, seperti itulah pengaruh pikiran membawa kita pada alam di bawah sadar. Belajar untuk memaafkan dan terus m...