Langsung ke konten utama

Mengulang Ingatan: Lanjutan Part 4


Lihatlah air mukamu hari ini, mungkin kau telah berubah. Tentu saja rupa kita sedikit berbeda karena usia, pertemuan kita tak lagi rutin, pembahasan kita saat bertemu bukan lagi sebuah ambisi, tapi kenangan. Wajar saja jika hari ini kita menertawakan masa lalu, mungkin karena memang masa itu lucu-lucu. 

Sekarang. Kita duduk berhadapan, namun pikiran kita berada pada deretan masa depan. Sebab kita punya jalan masing-masing yang kita tempuh. Mungkin kemarin kita sempat berdansa dengan rentetan keinginan-keinginan akan hari ini, tapi tetap saja kita hanya perencana ulung. Sebab, Tuhan yang punya hak sepenuhnya atas rencana-rencana yang kita toreh.



Kawan. Jika kisaran bab yang kita toreh hari ini adalah bab ke-10, mungkin di masa lalu kalianlah  pemilik bab 3 hingga 8. Satu BAB nya lagi berhasil kau ukir sendiri, aku pun demikian. Pun aku tak tahu satu  bab nya lagi kau isi apa, aku tak peduli. Bagaimanapun hari itu panjang. 24 jam, bertemu dengan wajah yang sama tentu akan membosankan. Temukan sebanyak-banyak teman yang membuatmu berkembang, bernilai, bermanfaat untuk banyak orang.

Setidaknya kau paham, kita ada atau tak ada tetap saja sama. Selalu ada doa untuk seorang kawan. Sehat selalu biar bahagiaku panjang umurnya... @Ridwanlimpo @sucianaadam @arif_budianto @raidah4340

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengulang Ingatan: Part 9 My Favorite Friendship

Dear ma pretty sister @mumu_muthiamutmainnah Sejak awal, kau pun paham bagaimana aku begitu bangga mengenalmu. Perkenalan kita pun tak biasa bersama momen yang tak biasa dan dihadapkan dengan orang-orang luar biasa, di 2016 tahun silam. Kita berkenalan lewat program yang begitu (E) (P) (I) (C), sebuah program yang diusung Regional English Language Office (RELO) US Embassy. Sebut saja Pre-Service English Teacher. Dan memang benar, program ini EPIC, program yang menyembunyikan maknanya; Empowered, Prepared, Inspired, and Connected. Empowered. Ia seperti nutrisi hati buat saya. Sebab tanpanya saya tak mampu berbuat banyak untuk negeri, terlebih terhadap diri sendiri. Prepared. Banyak hal yang ku cipta adalah hasil curian darinya, dan banyak hal yang telah ku kerjakan adalah bagian dari persiapan jauh-jauh hari karenanya. Itu sebabnya, aku mengganggap ia inspiration. Inspired. Kalaupun berbeda, tetap saja aku berangkat dari motivasi berharganya. Bagaimana melakukan hal tanpa ha...

Menjadi Baik

  Memilih milih teman itu boleh. Yang ngga boleh itu, memilih milih berbuat baik ke orang. Kenapa? Karena karaktermu bergantung dengan siapa lingkunganmu. Kalau bergaul dengan orang yang ngga bener, ya kecipratan juga ngga benernya. Kecuali kalau kamu udah bisa mastiin orang disekitarmu adalah orang yang baik. Dan akan memberi pengaruh baik. Atau, kamu udah bener-bener baik untuk menjadi orang yang berpengaruh baik di lingkunganmu. But, who knows? Kita manusia biasa, banyak khilafnya. Jadi, perlu ada batasan. Jangan semua dijadiin temen. Maaf. Saya berani bilang gini karena pengalaman yang mengajarkan. Bahwa ngga semua orang adalah baik dan memberi pengaruh baik untuk kita.  Jadi fokus saja berbuat baik semampunya, dan menjadi lebih baiklah dari hari hari sebelumnya.

Menikah Itu tentang Sebuah Keyakinan!

Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. Pembaca. Semoga tulisan ini mendapati kita dalam keadaan baik, niat yang baik dan harapan-harapan hidup yang baik. Kodratnya, kita adalah pendosa dan tak ada satupun yang benar-benar baik diantara kita. Kalaupun ada diantara kita yang terlihat baik, maka yang terlihat hanyalah sebatas usaha kita menjadi lebih baik, bertaubat pada-Nya. Jadi, mari menjadi baik tanpa menganggap diri jauh lebih baik. Yang salah adalah jika kita tak pernah berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari ini, terus berkutat pada anggapan yang sama 'langkahku adalah jauh lebih baik' sebab anggapan inilah yang pada akhirnya menyeret kita yang telah baik malah kembali pada cerminan tak baik. Jika kita pernah dibuat terluka oleh satu sayatan, maka biarkan sayatan demi sayatan berikutnya menutupi rasa sakit yang kita tanggung sendiri, seperti itulah pengaruh pikiran membawa kita pada alam di bawah sadar. Belajar untuk memaafkan dan terus m...