Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

DARI COVID-19 KITA BELAJAR

Mengawali tahun 2020 dan meluruskan niat ikut suami di tanah rantauan. Meninggalkan kesibukan yang telah lama ku geluti, sebagai pengajar Bahasa Inggris di salahsatu Universitas Islam Negeri di Indonesia Timur. Juga, sebagai translator sekaligus guide tamu penting di kampus merah, Sulawesi Selatan. Ku tuntaskan satu semester dan ku tinggalkan dengan baik semua kewajiban yang sudah ku mulai sejak lama. Tentu saja dengan tujuan yang sama "Mencari keridhoan-Nya." Terlebih sejak september 2019 statusku telah berubah menjadi istri seorang lelaki pilihan hatiku sendiri. MasyaAllah tabarakallah. Selang beberapa waktu setelah ku tinggalkan tanah kelahiran dan menjalani hari demi hari di tanah rantau, dikabarkan munculnya wabah/virus mematikan bernamakan COVID-19. Sontak seluruh masyarakat dunia digegerkan seiring banyaknya korban berjatuhan.  Sempat juga, kami dibuat panik hingga mengurung diri dan sangat membatasi diri berinteraksi. Yang awalnya banyak aktivitas offline, seketika d...

Baik Buruk yang ditimpakan Semua Mengandung Kebaikan di dalamnya

“Barangsiapa yang Allah hendaki kebaikan, Allah menimpakan padanya musibah.” (HR: Bukhari). Demikian pula para ulama salaf  telah menjelaskan hal ini, di antaranya Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dan Muhammad bin Ka’ab al-Quradhi rahimahullah, yang merupakan seorang ulama hadits dan salah seorang dari Tabi’in. Imam Ibnu al-Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah menuturkan dalam kitabnya yang indah Al-Wabilush Shayyib (hlm. 7), yang artinya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah membukakan untuknya pintu rendah diri, ketidakberdayaan, selalu memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala dan terus-menerus merasa butuh kepada-Nya. Ia menyadari aib-aib, kebodohan dan kezalimannya. Di samping itu, ia menyadari karunia, ihsan, rahmat, kedermawanan, kebaikan, kekayaan dan kedudukan yang terpuji dari Rabbnya. Maka orang yang mengenal (Allah) akan berjalan menuju kepada Allah dengan kedua sayap (sikap) ini. Dia tidak mampu berjalan kecuali dengan keduanya. Ketika ...