Langsung ke konten utama

Menjadi Baik

 


Memilih milih teman itu boleh. Yang ngga boleh itu, memilih milih berbuat baik ke orang.


Kenapa? Karena karaktermu bergantung dengan siapa lingkunganmu. Kalau bergaul dengan orang yang ngga bener, ya kecipratan juga ngga benernya.


Kecuali kalau kamu udah bisa mastiin orang disekitarmu adalah orang yang baik. Dan akan memberi pengaruh baik.


Atau, kamu udah bener-bener baik untuk menjadi orang yang berpengaruh baik di lingkunganmu.


But, who knows? Kita manusia biasa, banyak khilafnya. Jadi, perlu ada batasan. Jangan semua dijadiin temen.


Maaf. Saya berani bilang gini karena pengalaman yang mengajarkan. Bahwa ngga semua orang adalah baik dan memberi pengaruh baik untuk kita. 

Jadi fokus saja berbuat baik semampunya, dan menjadi lebih baiklah dari hari hari sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menikah Itu tentang Sebuah Keyakinan!

Bismillahirrohmanirrohim. Assalamualaykum warohmatullahi wabarokatuh. Pembaca. Semoga tulisan ini mendapati kita dalam keadaan baik, niat yang baik dan harapan-harapan hidup yang baik. Kodratnya, kita adalah pendosa dan tak ada satupun yang benar-benar baik diantara kita. Kalaupun ada diantara kita yang terlihat baik, maka yang terlihat hanyalah sebatas usaha kita menjadi lebih baik, bertaubat pada-Nya. Jadi, mari menjadi baik tanpa menganggap diri jauh lebih baik. Yang salah adalah jika kita tak pernah berusaha untuk menjadi lebih baik dari hari ini, terus berkutat pada anggapan yang sama 'langkahku adalah jauh lebih baik' sebab anggapan inilah yang pada akhirnya menyeret kita yang telah baik malah kembali pada cerminan tak baik. Jika kita pernah dibuat terluka oleh satu sayatan, maka biarkan sayatan demi sayatan berikutnya menutupi rasa sakit yang kita tanggung sendiri, seperti itulah pengaruh pikiran membawa kita pada alam di bawah sadar. Belajar untuk memaafkan dan terus m...

Memaknai Quarter Life Crisis

Saya begitu yakin, setiap pribadi manusia pasti pernah mengalami. Ada momen dimana mereka semangat-semangatnya mencari, semangat semangatnya memperjuangkan, semangat semangatnya menapaki level kesuksesan masing-masing. Namun, di sebuah titik tertentu dimana harapan, dan pencapaian telah di puncak, atau bahkan sedikit lagi mencapai puncak, malah pelan-pelan dengan sendiri menyeret kakinya dan beranjak untuk kembali. Turun dari puncak, memutar balik arah dan kembali pada titik yang sama, nol. Perjuangan dimulai kembali, perjuangan diusung kembali dengan energi dan substansi yang berbeda namun tetap ke puncak lagi. Bedanya, puncak yang ditapaki adalah puncak yang sesungguhnya, dimana harapan dan segala pencapaian luruh atas tujuan yang abadi. Memasuki seperempat abad, seperempat perkiraan umur rata-rata kehidupan manusia. Saya seperti menjilat ludah sendiri. Harapan yang pernah dijahit dan hampir saja kelar, seketika terhenti. Tak lagi muluk-muluk, mimpi untuk melanjutkan studi str...

Mengulang Ingatan: Part 9 My Favorite Friendship

Dear ma pretty sister @mumu_muthiamutmainnah Sejak awal, kau pun paham bagaimana aku begitu bangga mengenalmu. Perkenalan kita pun tak biasa bersama momen yang tak biasa dan dihadapkan dengan orang-orang luar biasa, di 2016 tahun silam. Kita berkenalan lewat program yang begitu (E) (P) (I) (C), sebuah program yang diusung Regional English Language Office (RELO) US Embassy. Sebut saja Pre-Service English Teacher. Dan memang benar, program ini EPIC, program yang menyembunyikan maknanya; Empowered, Prepared, Inspired, and Connected. Empowered. Ia seperti nutrisi hati buat saya. Sebab tanpanya saya tak mampu berbuat banyak untuk negeri, terlebih terhadap diri sendiri. Prepared. Banyak hal yang ku cipta adalah hasil curian darinya, dan banyak hal yang telah ku kerjakan adalah bagian dari persiapan jauh-jauh hari karenanya. Itu sebabnya, aku mengganggap ia inspiration. Inspired. Kalaupun berbeda, tetap saja aku berangkat dari motivasi berharganya. Bagaimana melakukan hal tanpa ha...