Langsung ke konten utama

Postingan

Golden Corn Camilan Sehat

Sama seperti popcorn, golden corn/ jagung marning pun dibuat dari biji buah jagung (zea mays) tua, direbus, dikeringkan dan digoreng menggunakan minyak hingga matang. Bedanya, marning biasanya menggunakan jenis jagung gigi kuda/jagung ketan. Sedangkan popcorn berbahan baku jagung berondong, bijinya kecil dan keras.  Selain nikmat sebagai camilan, jagung marning juga kaya akan manfaat ketika dikonsumsi. Kandungan gizinya yang tinggi mampu melancarkan asi untuk ibu menyusui, menyehatkan organ pencernaan, menguatkan tulang, mencegah anemia, menyehatkan jantung, menyehatkan mata, menyehatkan kulit, meningkatkan kekebalan tubuh,  meningkatkan daya ingat, mengatasi kanker dan masih banyak lagi. Komposisi Golden corn/jagung marning diantaranya: jagung pulut, bawang merah, bawang putih, minyak premium, garam, gula, lombok, dan penyedap rasa. Terdapat 5 varian rasa diantaranya; pedas manis, balado, gula aren, barbeque, dan jagung bakar. Buat ibu hamil dan busui ini wajib banget nyetok ...

Baik Buruk yang ditimpakan Semua Mengandung Kebaikan di dalamnya

“Barangsiapa yang Allah hendaki kebaikan, Allah menimpakan padanya musibah.” (HR: Bukhari). Demikian pula para ulama salaf  telah menjelaskan hal ini, di antaranya Imam Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dan Muhammad bin Ka’ab al-Quradhi rahimahullah, yang merupakan seorang ulama hadits dan salah seorang dari Tabi’in. Imam Ibnu al-Qoyyim al-Jauziyyah rahimahullah menuturkan dalam kitabnya yang indah Al-Wabilush Shayyib (hlm. 7), yang artinya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah membukakan untuknya pintu rendah diri, ketidakberdayaan, selalu memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala dan terus-menerus merasa butuh kepada-Nya. Ia menyadari aib-aib, kebodohan dan kezalimannya. Di samping itu, ia menyadari karunia, ihsan, rahmat, kedermawanan, kebaikan, kekayaan dan kedudukan yang terpuji dari Rabbnya. Maka orang yang mengenal (Allah) akan berjalan menuju kepada Allah dengan kedua sayap (sikap) ini. Dia tidak mampu berjalan kecuali dengan keduanya. Ketika ...

Semua Mudah Buka Usaha

Sebagai perempuan yang ditakdirkan menjadi pendamping lelaki yang mengabdi untuk negara, sedia mengikut pola mutasi kapan saja. Tentu menjadi tantangan tersendiri, terlebih saya adalah tipikal perempuan yang sudah terlatih mandiri sejak kuliah dan bekerja. Memutuskan untuk menikah lalu merantau adalah satu diantara tantangan yang harus kami hadapi sebagai pasangan suami istri, ditambah lagi suami banyak mewakafkan waktunya untuk bekerja. Pagi siang sore menjelang malam dihabiskan di kantor, belum lagi perjalanan pulang yang jaraknya terbilang jauh juga melelahkan. Alhamdulillah. Saya diberi kesempatan oleh Allah untuk tetap memberdayakan diri sebagai perempuan. Menulis di  blog ini  misalnya, ngonten video blog di kanal youtube  Ige Naya  atau  Kuliner Ige  sesekali. Pun untuk memantik kemampuan berbahasa inggris agar tetap tergunakan, saya buka juga lah Jasa terjemahan . Barakallah semoga bermanfaat bagi banyak orang. Oiya, semenjak menginjakkan kaki di Ra...

Being Mommy Isn't Easy

Perempuan. Sudah takdirnya punya hak istimewa. Keindahan lekuk tubuh dan kecanggihan alat reproduksi yang ia miliki menjadikan ia berbeda. Sebabnya, perempuan bisa menyetarai posisi laki-laki dalam mencari nafkah namun laki-laki tidak bisa menggantikan peran perempuan dalam mengandung, melahirkan, meyusui dan membesarkan anak-anaknya.  Saya pribadi pernah melewati lintasan orientasi satu, dua, tiga, empat.. hingga akhirnya ada di titik ini. Meniti jenis pengalaman ini itu, mencoba bekerja ini itu dan menikmati 24 jam saya sebagai perempuan yang mencoba berjuang di atas kaki sendiri. Kuliah sembari bekerja tentu bukan hal mudah. Ada tugas kampus yang tertumpuk, menunggu sesegera mungkin dituntaskan. Sela itu pula, ada kerjaan kantor yang tertunda, menuntut secepat kilat diselesaikan. Namun, dari kesulitan demi kesulitan itu masih ada jalan mudah untuk ditempuh. Contekan tugas dari teman yang budiman dan minta bantuan rekan kerja untuk mengambil alih pekerjaan. Dari kian lika liku pe...

Menikah, Merantau dan Makna Perempuan

Menjadi perempuan yang ditakdirkan hidup sebagai pendamping laki-laki yang mengharuskan dirinya merantau untuk menafkahi tentu tantangan tersendiri. Saya masih ingat betul bagaimana menjalani keseharian sebagai pelajar sekaligus pengajar di sebuah Institusi Pendidikan Tinggi, banyak mewakafkan waktu untuk belajar dan mengajar sebelum akhirnya melepas status single jadi married. Di titik ini, kondisi krisis menyapa dan saya harus menentukan pilihan hidup yang tentu saja saya telah dibuat paham resiko kedepannya. Menikah dan merantau adalah dua hal yang amat erat dan tidak bisa dihindari. Menikah dengan pasangan saya hari ini artinya saya telah siap menjalani kehidupan dengan dimensi baru yang Tuhan hadapkan untuk kami. Menjalani kehidupan dengan sabar dan penuh rasa syukur adalah kunci dari kian kejadian-kejadian yang bergantian. Sungguh. Saya adalah satu diantara perempuan-perempuan yang menaruh banyak harapan di dada tentang hal-hal yang baik di masa depan. Namun, pada kenyataan seben...

Kado Ulang Tahun pernikahan

Sebagian dari kita yang telah ditakdirkan menjadi sepasang suami istri tentu saja mendambakan kehadiran buah hati sebagai pelengkap cinta kita di dunia. Yang selanjutnya, dalam namanya kita sematkan doa-doa baik berharap diijabah Allah agar berselimut keberkahan. Termasuk kami pasangan suami istri yang pernikahannya telah terhitung 2 tahun tepat hari ini. MasyaAllah alhamdulillah. Kami tentu masih ingat betul bagaimana doa kami langitkan terus menerus. Dengan harapan, ia hadir setidaknya menjadi kado ulang tahun pernikahan kami. Sebab kami sadar penuh akan kondisi yang dihadapkan seperti apa kala itu. Ruwetnya, kami harus berjarak disaat pasangan lain memilih berbulan madu setelah menikah dan bersatu. Namun, takdir yang dijatuhkan seperti menyodorkan pilihan yang begitu sulit untuk dilewatkan. Nampak seperti kulit ayam, keluar dari lubang kewanitaan di bulan pertama resmi menjadi istri. Pikiran tentu saja kemana-mana, terlebih ini kali pertama mengalami. Kata kawan dokter, itu jenis se...

MEMAKNAI HIKMAH IED (IDUL) ADHA

Memasuki umur 8 tahun, saya masih ingat betul kala itu berhasil meletupkan tanya dari bibir pada ibu, yang lekat saya panggil 'mamak'. "Mak, untuk apa orang potong sapi atau potong kambing kalau lebaran Idul Adha?" Yang tentu saat itu, ikut hadir atau menyengaja berkunjung ke lokasi pemotongan hewan qurban seperti prestasi sendiri bagi anak seumuran kami.  "Tawwa beraninya liat darah..."  Sebatas itu penghargaan yang ditawarkan cuma-cuma dari kalangan dewasa. Namun dinilai luar biasa bagi (kami) yang baru saja duduk di Bangku es de. Kata mamak, potong kambing atau potong sapi di Hari raya itu untuk berbagi daging ke masyarakat setempat biar semua orang bisa rasakan makan enak. Selanjutnya, pertanyaan baru bermunculan yang pada dasarnya sama, sama-sama mempertegas pertanyaan sebelumnya. Dari pemahaman yang masih sangat dangkal ini, saya mencoba menarik beberapa kesimpulan bahwa memotong daging sapi atau kambing di Hari Raya adalah: 1) Momentum berbagi kepada ...