Grandsa. Mungkin hanya segelintir orang yang tahu, atau bahkan tak ada satupun yang tahu di luar sana. Tapi saya paham betul, satu kata penuh makna ini. Grandsa adalah singkatan dari grandfather Sabolla, nama kakek dari ayah yang telah mendahului kami. Sosoknya penuh panutan, mendengar kisah dari ayah saja saya seperti kembali ke beberapa tahun silam. Sampai saat ini ayah masih saja menyebut namanya, terus mengiyangkan di antena telinga saya "Jangan ini... jangan itu... kalau Ndae' Sabolla dulu begni, bukan begitu.. kalau Ndae Sabolla masih ada... pasti sudah ditegur." Semua atas dasar kebenaran dan kebaikan. Tentu sebuah kesyukuran jika melihat anak, ponakan, cucu dan cicit-cicitnya akur meski tak lagi dalam pantauannya. Duduk bersama, berdzikir dan mendoakan sesama, keluarga yang telah tiada, dan intropeksi diri atas apa yang telah terlewatkan di tahun yang berlalu (tentu saja ini moment terfavorit saya). Juga, menikmati kebersamaan dalam kesederhanaa...